16 januari 2012
sebuah ironi kembali hadir pada hari ini
munculah ingatan ketika orang bodoh itu melakukan sesuatu yang sangat bodoh yang tak pernah ia terima
iya selalu memberi bukan sesuai kemampuannya tapi melebihi kemampuannya kepada orang yang ia suka
hanya untuk mendapatkan senyumnya
sungguh sangat bodoh
karena begitu bodohnya ia bukan satu dua tiga empat orang saja yang sudah ia beri,
hanya untuk tujuannya yang begitu mulia : seutas senyum
senyuman yang terlihat manis di luar tapi siapa tau apa yang ada di dalamnya
bagi yang tak percaya senyum itu mahal
bagi yang tak percaya senyum itu berbahaya
hari ini dia hanya ingin mendapatkan senyum itu kembali
tapi yang ia dapat? tidak ada
yang ada hanya ia yang tersenyum mengenang kebodohannya itu
mengulang dan menahun
0 komentar:
Poskan Komentar